music-digital-32

Album 32 (digital download)

4.64 out of 5
(11 customer reviews)

Rp 45,000.00

Album ke empat, 2012. Dengan lagu lagu seperti “Lagu Putus”, “Menolak Lupa”, “Ode Untuk Ayah”. Featuring: Abenk Ranadireksa, Teddy Adhitya, Davina Raja, Ryan Valentinus, dll

Description

Product Description

Album ke empat, 2012. Dengan lagu lagu seperti “Lagu Putus”, “Menolak Lupa”, “Ode Untuk Ayah”. Featuring: Abenk Ranadireksa, Teddy Adhitya, Davina Raja, Ryan Valentinus, dll

Dapat di-unduh dengan format per lagu atau satu kesatuan. Ukuran file penuh adalah 80 MB dalam format zip, bila dirasakan terlalu besar silahkan unduh per-chapter saja dengan ukuran rata-rata 5 MB.

Reviews (11)

reviews for Album 32 (digital download)

  1. Brigitta Warastri
    5 out of 5

    :

    di album ini yang menjadi favorit saya adalah menolak lupa, dan ode untuk ayah. dua lagu dengan kata2 yang dalam dan ngena banget ini paling bisa menyentuh hati♡. kedua lagu ini termasuk dalam playlist favorit saya. album keempat pandji ini juga betul2 menumbuhkan kecintaan saya terhadap Indonesia.

  2. dwisyafira
    5 out of 5

    :

    Dari keempat album yg Pandji keluarin, saya paling tertarik sama album 32 ini. dari lagulagu dalam album ini, saya tau siapa itu widji tukul dan sedikitnya nambah wawasan saya tentang sejarah indonesia. tapi tetep, lagu kesukaan saya di album ini adalah ode untuk ayah dan lagu putus

  3. Mycel
    5 out of 5

    :

    Covernya sangar!!! Lagu-lagunya membakar! Terima kasih atas “Menolak Lupa”, anak muda jadi tahu nama-nama pahlawan sesungguhnya. Apalagi bagian Wiji Thukul, selalu bikin gue nangis miris. “Ode Untuk Ayah” secara personal bikin gue sedih, terharu, sekaligus ngiri. Paduan musik, suara beratnya Pandji dan vokal lembutnya Teddy Adhitya membuat lagu ini sangat kental nuansa haru dan cinta. “Bertahanlah” menjadi lagu untuk refleksi diri (irama dan beatnya mirip scoring, berasa denger scoring Mike Shinoda). “Terjebak” adalah lagu yang menunjukan kualitas speed nggrundelnya Pandji (bikin inget Busta Rhymes). Kalau “Untuk Sahabatku”, persembahan paling manis deh buat penikmat karya yang diposisikan sebagai sahabat!
    Musiknya asik-asik dan sangat mewakili setiap lirik.
    Lagu-lagu di album ini pantas disebut sebagai lagu perjuangan yang heroik. Serasa baca biografi sejarah.
    One of the most recomended local heroic indie album.

  4. fselfana
    5 out of 5

    :

    Dari semua lagu pandji yg udah saya denger, ODE UNTUK AYAH yg paling ‘kena’ untuk saya.
    Lirik nya kau adzan di kupingku waktu aku pertama kali dilahirkan di dunia
    kini aku adzan untukmu, berlutut disampingmu sesaat sebelum kita pisah
    mengingatkan saya akan sosok adik laki2 saya yg baru kelas 3 smp, dan dia melakukan persis sama dgn lirik di atas.

  5. idapriliani19
    5 out of 5

    :

    Saya suka banget sama lagunya yang judulnya “Bertahan”,karena lirik dari lagu itu,saya berhasil bertarung selama 1 bulan ditempat kerja (yang akhirnya keluar karna gak betah) dan dilagu yang lainya bang pandji bener-bener ningkatin rasa kecintaan sy terhadap negara,sedikit mengerti tentang indonesia dan pemerintahanya.Karna sebelum2nya sy cuek banget nyeblos aja cap cip cup,lagu yg bner2 menginspirstif dan dapat mengubah sy mnjadi sy yg sekarang,perduli dgn segala hal yang berhubunagn dengan perubahan -Sekian-

  6. wildanhafidz13
    5 out of 5

    (verified owner):

    Album dari Pandji Pragiwaksono yang menurut saya paling asik, demokratis sama inspiratif :)
    Lagu Ode Untuk Ayah tetep fav sampe detik ini …
    Meskipun suara bang pandji ga bagus-bagus amat, tapi aman ketika ngerap … asik .. beatnya pas .. easy listening :)
    Menyenangkan :)

  7. andika_hilman
    4 out of 5

    :

    Di album ’32’ ini Pandji semakin meng-Indonesia! Terlihat mulai dari cover-nya yg bermakna lamanya rezim Soeharto sampai lagu-lagunya yang berlandas sejarah! Sampai sekarang masih naksir sama ‘Terjebak’ ft. Repstamasta. Dari lagu ini bisa dibuktikan bahwa Pandji bisa ngerap (hehehe) dan KEREN ABISSS!

  8. suhendar.coy21
    5 out of 5

    :

    Album 32 adalah album keempat Pandji yang memiliki konsep 32 tahun rezim Soeharto dan juga 32 tahun kehidupan Pandji. Di album ini rasa Nasionalisnya sangat terasa, dan juga di album ini ada unsur ajakan untuk generasi muda untuk tidak lupa dengan yang terjadi di masa lalu, seperti di lagunya Menolak Lupa, dan Berani Mengubah yang menjelaskan bahwa pada saat itu adalah bagian sejarah yang kelam. Di album ini pula, ada beberapa lagu tentang kehidupannya selama 32 tahun, salah satunya adalah lagu Ode Untuk Ayah menceritakan kasih sayang Pandji kepada sang Ayah yang meninggal. Dan menurut gue album ini sangat inspiratif selain itu juga loe bisa mengetahui sejarah dari lagu2 tersebut. Tambahan, di album ini Pandji sudah menemukan jati dirinya dalam dunia Hip Hop 😀 (y)

  9. muharam
    5 out of 5

    :

    Album 32 sukses membuat saya penasaran dan selalu menunggu untuk mendownload 2 lagu setiap 1 bulan sekali. Mengulang sukses di album terdahulunya merdesa, teknik marketing free lunch methode masih menjadi alat pandji untuk melawan pembajakan. walaupun saya sudah mendownload gratis, toh saya tetap membeli cd aslinya karena memang untuk dikoleksi. Cover album ini keren banget, mungkin menurut saya bisa dibilang cover album terbaik di Indonesia saat ini. Album 32 menurut saya memang tidak se”ngepop” album merdesa. Tapi, album ini memiliki kekuatan yang beda dari album-album terdahulunya pandji. Di setiap lirik lagu di album ini, memiliki makna yang sangat dalam. Mungkin karena beberapa lagu diciptakan oleh pandji untuk orang-orang yang dia sayang dan kagumi. Lagu-lagu seperti MENOLAK LUPA yang ditujukan untuk para pahlawan yang terlupakan, BERANI MENGUBAH, PEMUDA BODOH dan TERJEBAK mewakili pemikiran pandji yang geram dengan orang-orang yang rindu akan 32 tahun kepimpinan OrBa. Lagu ODE UNTUK AYAH adalah lagu yang paling dalam maknanya. Saya bisa merasakan perasaan pandji yang ditinggal sosok ayah yang begitu dia kagumi. Dan yang keren di album ini adalah LAGU PUTUS. Karena saya kaget pandji bisa menciptakan lagu galau yang ngepop tapi nggak murahan. Dan yang terakhir lagu UNTUK SAHABATKU, saya dan mungkin juga mewakili wongsoyudan yang lain cuma bisa mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya buat pandji, karena pandji selalu menginspirasi kami lewat karyanya khususnya music untuk selalu kritis dan melakukan perubahan yang lebih baik untuk sekitar kita dan untuk negeri ini. Mudah-mudahan kita selalu bergandengan tangan.

  10. adjieperdana
    3 out of 5

    :

    Album dengan lagu melankolis tetapi tidak ‘menye-menye’ live nya ga cocok di cafe Bang.. gue puas waktu kita nonton konser di Museum Gajah. part favorit gue waktu Ikang Fuzi keluar, itu ga kita duga!! gokil.

  11. randa
    4 out of 5

    :

    dari album ini juga banyak yg bagus juga,
    terutama lagu ode untuk ayah. karena lagu ini setiap hari ngebayangi suatu saat nanti apakah aku siap ditinggalkan oleh seorang ayah…? karena itu aku selalu berdoa agar diberikan umur panjang terhadap orang tuaku.
    sedangkan lagu bertahanlah lagu yg selalu menemani ketika gua ada masalah. yg mengajarkan untuk selalu bertahan terhadap sesuatu masalah apapun.

Add a review