product music - CD 4 a

CD Album 32

4.67 out of 5
(6 customer reviews)

Rp 65,000.00

Album ke empat, 2012. Dengan lagu lagu seperti “Lagu Putus”, “Menolak Lupa”, “Ode Untuk Ayah”. Featuring: Abenk Ranadireksa, Teddy Adhitya, Davina Raja, Ryan Valentinus, dll

In stock

Description

Product Description

product music - CD 4 bproduct music - CD 4 c

 

Album ke empat, 2012. Dengan lagu lagu seperti “Lagu Putus”, “Menolak Lupa”, “Ode Untuk Ayah”. Featuring: Abenk Ranadireksa, Teddy Adhitya, Davina Raja, Ryan Valentinus, dll

Reviews (6)

reviews for CD Album 32

  1. yudha iqbal Maulana
    5 out of 5

    :

    lagu putus Pandji ft Ryan di album ini menjadi penyadar atas ke-tidak-moveon-an saya.
    Entahlah, setiap mendengar lagu ini seperti Pandji ada dihadapan saya sambil menasihati lalu menoyor kepala sambil berkata “Bego lu”.

  2. ghali.rizky@gmail.com
    5 out of 5

    :

    saya punya 2album dari pandji, You’ll never know when someone comes in and press play on your paused life dan album ini “32” , dari segi musik dialbum ini, pandji lebih berkembang dari cara dia nge-rap lebih tertata, musik pengiringnya yang lebih enjoy didengar dan yang lebih saya sukai yaitu cover albumnya yang secara tidak langsung terdapat pesan didalamnya

  3. andika_hilman
    4 out of 5

    :

    Dulu pernah download album ini gratis dari blog nya pandji dan langsung jatuh cinta sama karyanya. Indonesia banget! Tidak hanya bermusik namun juga memprovokasi. Sayangnya laptop lama saya rusak jadinya cuma punya album Merdesa (yang juga gratis). Meskipun begitu, ada lagu-lagu yang khas dan cenderung lebih kuat daripada album Merdesa, seperti ‘Menolak Lupa’, ‘Lagu Putus’ dan favoritku: ‘Terjebak’!

    Sekarang saya lagi mikir-mikir, beli DD atau CD ya? Atau dua-duanya saja??

  4. dhyllajuliansyah
    5 out of 5

    :

    Sesuai dengan cover, tema dari album ini lebih dominan membahas tentang politik, sejarah, dan sosial. Sosok Widji Thukul, Munir, Hatta dan Gusdur muncul dalam lagu “Menolak Lupa”.
    Dengan sempurna pandji menyuarakan pendapat dan pikirannya melalui lirik-lirik yang tidak menggurui. Membukakan mata, menyeruakkan fakta, mencerahkan pikiran bahwa kebenaran memang seharusnya diceritakan.
    Selain lagu-lagu bertemakan di atas, Pandji juga menyisipkan lagu-lagu yang ia persembahkan untuk ayahnya, Koes Pratomo Wongsoyudo dan juga untuk para Wongsoyudan.
    Dalam album ini, Pandji berduet dengan istri tercintanya, Gamila Arief, membawakan sebuah lagu berjudul “selamanya”. Fakta unik di balik lagu ini adalah dibagian intro, yang saya kira awalnya berasal dari intrumen musik entah seruling, flute, atau entah apa namanya, tapi ternyata adalah siulan dari bibir Gamila. Hahahaha xD (saya masih belum bisa percaya,sampai detik ini bahkan :D)
    Dan seperti biasa, ketika suara Gamila terdengar di telinga, jari ini tak hentinya ingin terus saya petikan, mengiringi lantunan musik yang Gamila persembahkan.
    Pandji sukses menghipnotis saya untuk meneteskan air mata (lebih dari itu, sesenggukan lebih tepatnya karena teringat Alm.papa), lalu tertawa, lalu menggerakan kepala,tangan, dan kaki kemudian bersiul, lalu berdiri dengan bangga, dan menyebut diri sebagai bagian dari wongsoyudan.

    Sebuah album,yg merupakan titik klimaks dari ketiga album sebelumnya.
    Sebuah karya penutup di tahun 2012 yang tidak akan pernah saya lupakan.
    Sebuah karya Untuk para Sahabat.
    Sebuah karya Untuk para Wongsoyudan.
    Sebuah karya untuk Indonesia.

  5. rifaldifath
    4 out of 5

    :

    Harusnya semua anak muda Indonesia mendengarkan lagu Pemuda Bodoh.
    Responnya pasti sama: Marah.
    Marah kalo merasa jadi orang yang digambarkan lewat liriknya. Lalu berusaha untuk menjadi pemuda yang tidak bodoh.
    Atau marah karena disekeliling kita banyak orang yang seperti itu. Lalu berusaha untuk mengajak mereka menjadi pemuda yang tidak bodoh.
    Impact-nya akan sama, yaitu membuat jumlah pemuda bodoh di Indonesia menjadi sedikit dan kemudian lenyap.

    Masih mau jadi pemuda bodoh?

  6. primaeko94
    5 out of 5

    :

    Lagu lagu yang memang provokatif,
    Lagu yang bikin tersentak itu lagu Pemuda Bodoh, itu menggambarkan bagaimana keadaan pemuda masa ini yang apatis, tidak mau peduli dengan negara ini.
    terus lagu Menoleh, ini yang mengingatkan aku tentang perjuangan para pahlawan kita dahulu. kata terakhir dari mulut mereka “Merdekaaaa”
    Terus lagu Menoleh, top beud lah bang PANDJI PRAGIWAKSONO, terus lanjutkan karyamu bang, ,

Add a review