MDB - DVD

DVD Merdeka Dalam Bercanda

4.40 out of 5
(5 customer reviews)

Rp 120,000.00

Stand-Up Special saya yang ke 2, tahun 2012. Bercerita dari menjadi artis kurang terkenal, mengenai Indonesia, pencitraan sampai FPI.

Only 3 left in stock

Description

Product Description

 

product comedy 2 DVD bproduct comedy 2 DVD c Stand-Up Special saya yang ke 2, tahun 2012. Bercerita dari menjadi artis kurang terkenal, mengenai Indonesia, pencitraan sampai FPI.

Additional Information

Additional Information

Weight 0.3 kg
Pilih Free T Shirt

Wongsoyudan Merah, Wongsoyudan Putih

Reviews (5)

reviews for DVD Merdeka Dalam Bercanda

  1. Brigitta Warastri
    5 out of 5

    :

    merdeka dalam bercanda. stand up comedy special pandji yg kedua, masih dengan judulnya yang Indonesia banget. saya nonton ini lewat DVDnya setelah nonton MBJKT. materi yang dibawakan sedikit lebih berat daripada BTT tapi tidak seberat MB dan tetap konsisten dengan kecerdasan juga kelucuannya. materi yang saya suka di stand up ini sdalah materi tentang dipo yang sangat polos tapi tetap mengocok perut

  2. Arif Mintorogo
    4 out of 5

    :

    Beli DVD MDB walaupun udah nonton pas tour disurabaya,awalnya sedikit kecewa karena durasinya gak sama (pas di surabaya 2 jam lebih) namun terobati sama bonus features di disc 2 (gagal masuk tim inti,opener tour, opener adrian,dll),oh ya,bit yg paling bagus adalah FPI,ngasih tau cara melihat suatu tindakan dari sudut pandang lain.

  3. muharam
    5 out of 5

    :

    Entah multivitamin, terapi atau makanan dan minuman apa yang membuat seorang Pandji Pragiwaksono kuat melakukan stand up comedy specialnya yang kedua dengan judul Merdeka Dalam Bercanda (MDB) kurang lebih 1 jam 45 menit, karena sebelumnya pandji juga melakukan konser music 32 di tempat yang sama yang berlangsung 2 jam. Bagi orang yang tidak mempunyai tekad yang kuat mungkin itu sesuatu yang mustahil. Pandji membuktikan staminanya tetap kuat untuk mengocok perut kita dan membuat kita berpikir dengan bit-bit stand upnya. MDB adalah stand up comedy specialnya yang kedua yang di gelar di museum nasional. Pandji tahu museum nasional bukan tempat yang layak utk menggelar cara seperti ini. Tapi dia memaksa karena ingin membuat orang-orang lebih mencintai museum. Dibuka oleh opener Adriano qolbi, Dalam specialnya kali ini pandji terlihat lebih matang dibandingkan specialnya yang pertama yaitu Bhineka Tunggal Tawa. Terlihat dia sudah menemukan kenyamanannya dalam berstand up comedy yaitu storytelling. Tidak terlalu banyak menggunakan teknik-teknik stand up comedy, pandji tetap bisa membuat kita tertawa melalui bit-bitnya mengenai suka dukanya menjadi artis kurang terkenal, tentang saiful jamil yang gemar bernyanyi ketika wawancara, keluarga kecilnya, bahaya merokok, bangsa pencitraan, FPI, sampai tentang ceritanya ketika pergi ke china. Semua bit2nya itu pandji sajikan denganbaik dan penonton pun melahapnya dengan puas. Satu lagi yang membedakan special pertama dan yang keduanya ini, di MDB pandji terlihat tidak terlalu memaksakan bit-bitnya untuk menjadi “lebay”, kewajaran dalam bit-bitnya itulah justru yang membuat menjadi hal yang lucu untuk ditertawakan dan kita bisa menerimanya dengan baik pula. Walaupun banyak kekurangan khususnya mengenai teknis acara, tapi MDB wajib untuk ditonton karena bercanda atau tertawa bukan suatu hal yang dilarang di negeri ini.

  4. putra.casmedi16@gmail.com
    4 out of 5

    :

    penampilan yang enerjik dalam pembawaan bit bit lu bang, jujur saat nontong gw terhibur juga dengan ekspresi wajah dan gaya lu. paling suka dengan bit bit bagian 1/3 akhir yang berisi pesan mengenai berantem-beranteman,
    kedewasaan berdemokrasi,serta pelajaran mengenai menaroh emosi pada “kata”.salut :)

  5. Bakhtiar Ali Afandi
    4 out of 5

    :

    Ini pertunjukan nekat. Setelah siang nonton konser, malanya ‘dipaksa’ nonton stand up. Orang gila. Tapi, bukan Pandji Pragiwaksono kalau waras-waras saja. Kegilaan dia disambut pula dengan kegilaan para penggemarnya yg nampak setia dan sabar dalam menikmati karyanya. Pandji berhasil menaklukkan Museum Nasional di tanggal 8 Desember 2012 itu. Dan berhasil pula pas di Semarang. I did watch his show.

    Membuka dg bit Kena Deh dan Artis Gak Terkenal, sukses memanen tawa. Menertawakan diri sendiri memang jurus pembuka yg ampuh. Bit-bit ringan seperti Foto-Foto, Toilet, Orang Buta dll terus memancing tawa penonton. Jurus lainnya yang dipamerkan Pandji di show ini adalah kemampuannya dalam melakukan riffing (membuat suatu joke dari interaksi langsung dengan penonton). ‘Misi kenegaraan’ tetap ada pada bit Jaman Soeharto, FPI dan JIL.

    Secara keseluruhan, seperti saya bilang di awal tadi, MDB ini gila. Gila materinya, gila deliverynya, dan gila keringatnya si Pandji. Hehehe. Kelihatan banget kalo beliau ini capek. Tapi semangat dan profesionalitas sebagai seorang penampil, membuatnya bisa menyelesaikan pertunjukkan ini dengan gemilang. Gemilang Arief ya, Ndji..hahaha..
    Keren. Belilah DVDnya!  BTW, kalo dari gambarnya, kayaknya dvd ini sudah diproduksi ulang. Case-nya sudah bagus. 

    Favorit: Toilet, Raditya Dika, Jaman Soeharto, Alexis

Add a review