BTT - DVD

DVD Bhinneka Tunggal Tawa

4.13 out of 5
(8 customer reviews)

Rp 120,000.00

Tonggak sejarah dalam karir Stand-Up saya. Pada tahun meledaknya Stand-Up Comedy di Indonesia di 2011, saya menggelar Stand-Up Special yang orang katakan sebagai yang pertama di Indonesia. Membahas hewan khas Indonesia, rumah yang kemalingan, hingga kementrian kehutanan.

Only 4 left in stock

Description

Product Description

 

product comedy 1 DVD bproduct comedy 1 DVD c Tonggak sejarah dalam karir Stand-Up saya. Pada tahun meledaknya Stand-Up Comedy di Indonesia di 2011, saya menggelar Stand-Up Special yang orang katakan sebagai yang pertama di Indonesia. Membahas hewan khas Indonesia, rumah yang kemalingan, hingga kementrian kehutanan.

Additional Information

Additional Information

Weight 0.3 kg
Pilih Free T Shirt

Wongsoyudan Merah, Wongsoyudan Putih

Reviews (8)

reviews for DVD Bhinneka Tunggal Tawa

  1. nov_bm2cute
    4 out of 5

    :

    Dvd ini merupakan dvd pertama yg aku punya dan aku beli langsung di stand waktu aku nonton Stand Up bang Pandji secara live untuk pertama kalinya di balai kartini “Habis gelap Terbitlah Tawa” dan sejak itu aku jadi jatuh cinta sama karya – karya bang Pandji bukan hanya stand up tapi juga musik….. agak menyesal juga kenapa aku ga ada di tengah – tengah penonton saat itu…. satu hal yg pasti kenapa aku suka banget stand up bang Pandji karena bang Pandji bukan hanya mengajak kita tertawa bersama tapi juga memberikan ilmu yg gak pernah aku duga sebelumnya…. terus berkarya bang :)

  2. Brigitta Warastri
    5 out of 5

    :

    stand up special pertama bagi pandji juga bagi Indonesia. saya emang baru nonton stand up ini setelah nonton MBJKT dari DVD yg saya beli. dalam stand up BTT, materi yg dibawakan lebih ringan daripada MB, namun tidak menghilangkan kecerdasan dan kelucuannya. betul betul bersatu dalam tawa. ♡

  3. evan_cloud
    3 out of 5

    :

    DVD stand up pertama yg gue punya dari Pandji. Sebagai special pertama dari Pandji boleh gue bilang BTT ini masih mentah dari segala hal. Apalagi materinya juga keliatan seperti masih mentah coz setelah BTT gue pernah liat Pandji ngebawain materi yg sama malah jauh lebih berhasil. Dan juga kebanyakan materi yg dibawakan di BTT ini khusus, dalam artian tingkat pengetahuan penonton soal materinya beda sehingga banyak punch yg ga ke makan dan terkesan garing. Dan terlihat sekali Pandji seperti kelelahan dalam membawakannya sehingga energi yg dibangun sepertinya mulai kendor ketika dah sampai tengah ke belakang. Tapi tetep yg paling gue suka dari Pandji adalah dia tidak cuma sekedar berstand up dan melucu tapi juga dia memasukkan sesuatu pelajaran dan pengetahuan di dalamnya jadi ketika orang pulang mereka tidak cuma pulang dengan perasaan senang tp juga ada sesuatu yg membuat mereka berfikir tentang apa yg di sampaikan Pandji. Cukup memuaskan gue bilang.

  4. sofiafauziana
    5 out of 5

    :

    Bhinneka Tunggal Tawa adalah stand up special Bang Pandji yang pertama kali saya tonton lewat DVD. Stand up special ini berisi joke yang sebagian besarnya diambil dari pengalaman pribadi Bang Pandji sendiri dan juga hasil pengamatan Bang Pandji terhadap lingkungan sekitarnya. Seperti karya Bang Pandji lainnya, BTT juga diselipkan beberapa patah kata tentang kecintaannya terhadap negeri ini. Beberapa bit dalam BTT ini juga ada yang mengandung sindiran namun dibuat sedikit tersirat dan tertutupi oleh joke yang memang sepertinya sudah dikemas bersamaan dengan sindiran tsb. Seperti masalah PARFI, gedung pariwisata, serta pemerintahan. Bit favorit gue itu semuanya, tapi bit yang bener-bener jadi favorit gue adalah yang Modo dan Modi, Jeremi Teti, Perumahan di Jakarta, Mapo, Kecoak, Shuffle, dan Ambon. Konsep materinya cukup tersusun rapi dan memang sepertinya dibuat lebih ringan, walaupun masih terlihat kejar-kejaran, mungkin karena ini adalah stand up special pertamanya. Tapi overall, keren banget, gue suka. Eh, itu Radit. Saya ulang ya, Bang. Tapi overall, keren banget, semua punch line ditaro jadi satu di akhir dan membuat BTT menjadi stand up special yang pertama yang super duper keren!

  5. Devita Gusti Kurniaty
    3 out of 5

    :

    DVD yang dibeli setelah nonton Live StandUp Merdeka Dalam Bercanda di RRI Jogja, jaman dulu masih pesen di multiply. hahaha. langsung jatuh cinta sama karya2 bang pandji sejak nonton live. comedy yang disampaikan bercerita, secara ga langsung ngasih pengetahuan ke kami penikmat karyanya. sesuatu yang disampaikan secara becanda, justru lebih mudah diingat….

  6. suhendar.coy21
    5 out of 5

    :

    Bhineka tunggal tawa adalah stand up spesialnya Pandji yang pertama di tahun 2011 dimana saat itu adalah awal perjuangan stand up comedy di Indonesia, sehingga stand up spesial ini juga mungkin yang pertama kalinya di Indonesia. Stand up ini memiliki tema berbeda-beda tapi tetap satu tawa. Dibuka dengan 5 opener yang sangat menghibur mulai dari yang absurd ampe yang bikin perut menggelitik. Dan di spesial pertamanya bit2 yang disampaikan sangat mengocok perut, dan menurut gue di show ini Pandji banyak menggunakan imajinasi yang sangat tinggi, seperti di bit komodo dan nama jalan. Dan yang kerennya juga, di spesial ini Pandji melakukan shuffle dan membuktikan kreatifitas dalam stand up. Selain hanya menghibur juga di spesial ini terdapat sindiran2 kepada pemerintah seperti program menanam pohon. Dan di akhir show, Pandji menutupnya dengan tekhnik Call back yang bertumpuk. Dan menurut gue, sangat bagus dan kreatif banget 😀

  7. muharam
    4 out of 5

    :

    Bagi kalian yang mengikuti perkembangan standupcomedy di Indonesia, DVD Bhineka Tunggal Tawa (BTT) merupakan hal yang wajib untuk dimiliki. Di standup special pertamanya ini pandji membuktikan dirinya sebagai komika Indonesia pertama yang melakukan standup special di Indonesia. Dibuka oleh 5 opener yang keren-keren yaitu Sammy “notaslimboy”, Rindra “ponankannyaom”, Asep Suaji, Luqman, dan Ernest Prakasa. Pandji membahas segala macam dari pengalaman dan penglihatannya (observasi) segala sesuatu yang ada di Indonesia. Mulai dari perfilman Indonesia, penyelenggaran sea games 2011, binatang yang khas di Indonesia, kehidupan pribadinya, ekonomi, politik, dan persatuan Indonesia. Bagi yang mengikuti standup specialnya pandji dari BTT sampai Mesakke bangsaku, BTT menurut saya specialnya pandji yang menggunakan semua teknik di standupcomedy, bahkan keliatan sekali disetiap bitnya pandji selalu menampilkan actout yang maksimal. Tapi menurut saya kadang ada beberapa bit yang terlihat berlebihan di beberapa bagian karena actout yang berlebihan itu. Lalu juga perpindahan bitnya kadang terlalu jauh karena tidak adanya “bridge” yang bisa menyambungkan diantara bit-bit itu. Tapi dari semua kekurangan itu pandji membuktikan bahwa stand up comedy bisa menjadi pertunjukan seni alternative yang baru di Indonesia. Dan diakhir pandji menutup dengan callback beruntun yang gila menurut saya. Jadi, kalau kalian yang mengaku sebagai pencinta dan pengikut stand up comedy di Indonesia dari awal. Kalian harus menonton stand up special pandji yang pertama ini.

  8. Bakhtiar Ali Afandi
    4 out of 5

    :

    The Very First Indonesian Stand Up Comedy Special Show! Bhineka Tunggal Tawa ini seperti pembuka dari beruntunnya stand up comedy special (lebih dari satu jam show tunggal) di Indonesia, baik itu oleh Pandji sendiri, ataupun dari komika-komika lainnya. Hal ini terbukti, dua dari lima komika pembuka di pertunjukan ini, sudah menyelesaikan stand up specialnya masing-masing (Sammy @notaslimboy dengan Tanpa Batas Vol 1 dan Tanpa Batas Vol 2, dan Ernest Prakasa @ernestprakasa dengan Merem Melek, The Oriental Bandit, dan Illucinati).

    Menilai BTT akan menjadi fair kalau disesuaikan dengan tahun itu. 2011 adalah tahun bangkitnya kembali stand up comedy di Indonesia. 2011, bahkan website inipun belum ada. Kualitas bit-bit Pandji di sini, untuk saat itu, termasuk yg terbaik. Dibuka dg bit tentang perfilman (salah satu materi paling pop saat itu, bahkan hingga saat ini), Pandji cukup menjanjikan senyum. Tawa baru akan mulai menggema saat masuk bit Hewan Indonesia, Jeremy Teti dan bit-bit selanjutnya. ‘Misi kenegaraan’ tetap ada. Bit-bit tentang Ekonomi, Kebohongan Pemerintah, dan Media adalah pisau penajam di pertunjukan ini. Secara keseluruhan, BTT bisa memberikan hiburan buat penontonnya, terlepas dari beberapa delivey yg agak meleset. But, back then, it was 2011. Dan penutup dari BTT sangat menarik. Dari tweet @pandji, katanya terinspirasi dari seorang komika bernama Dana. (CMIIW ya.). terlepas dari itu semua, BTT adalah terobosan. Patut dikoleksi. Belilah. 

    Favorit: Hewan Indonesia, Sushi, Media

Add a review